6 Fungsi Kopling Pada Kendaraan : Jenis & Pengertian

Fungsi Kopling Pada Kendaraan – Para pengguna kendaraan roda empat atau dua pastinya sudah sering mendengar dua tipe transmisi kendaraan yaitu manual dan otomatis. Untuk tipe transmisi manual dalam pengoperasiannya ada yang menggunakan kopling manual dan otomatis.

Sedangkan untuk tipe transmisi otomatis tidak dilengkapi dengan kopling, terkecuali untuk tipe CVT atau semi otomatis. Biasanya dilengkapi dengan tipe kopling otomatis. Tuas kopling tersebut biasanya disematkan juga pada tuas transmisi.

Sedangkan untuk anda para pengguna kendaraan manual dan kebetulan menggunakan tipe kopling manual, mungkin masih ada beberapa diantara anda yang belum mengetahui apa fungsi kopling pada kendaraan? dan kenapa harus ada kopling pada kendaraan?

Apabila anda masih merasa bingung akan hal tersebut, maka tidak ada salahnya apabila anda melihat penjelasan tentang fungsi kopling pada kendaraan yang akan coba kami jelaskan secara detail pada pembahasan hari ini.

Pengertian Kopling

Pengertian Kopling Pada Kendaraan

Pengertian kopling adalah sebuah komponen pada kendaraan yang dibuat untuk mentransmisikan daya mekanis dengan cara menghubungkan dua sumbu pada bagian ujungnya. Secara umum kopling tidak dapat memisahkan dua sumbu pada saat beroperasi.

Akan tetapi, tipe kopling saat ini dapat memutuskan dua sumbu, hal tersebut dikarenakan pembatasan jumlah pada torsi mesin. Sehingga dapat terjadi slip pada kopling apabila jumlah torsi pada putaran mesin sudah melewati batas tertentu.

Namun terkadang sering juga terjadi slip pada kopling, akan tetapi hal tersebut bisa juga disebabkan oleh hal lainnya, seperti TANDA KAMPAS KOPLING HABIS. Sehingga terjadi slip atau terputusnya putaran mesin pada kendaraan tersebut.

Jenis-Jenis Kopling Pada Kendaraan

Jenis Jenis Kopling Pada Kendaraan

Secara umum kopling terbagi menjadi dua jenis, yaitu kopling kaku (Rigid Clutch) dan kopling fleksibel (flexible clutch). Sedangkan untuk jenis kopling fleksibel sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Apabila anda ingin mengetahui jenis kopling secara lengkap, maka bisa langsung melihatnya dibawah ini.

Kopling Kaku (Rigid Clutch)

Kopling kaku merupakan unit kopling yang digunakan untuk menyatukan dua poros serta tidak mengizinkan kedua poros tersebut terlepas, baik secara sengaja atau tidak pada saat kendaraan sedang beroperasi.

Kopling kaku adalah jenis kopling yang tepat dipakai untuk menghubungkan kedua poros dengan pengaturan posisi secara stabil serta presisi. Dimana usia pakai kopling kaku pada kendaraan termasuk paling lama jika dibandingkan dengan jenis kopling lainnya.

Kopling Fleksibel (Flexible Clutch)

Kopling fleksibel merupakan kebalikan dari kopling kaku, dimana posisi poros yang dihubungkan dengan kopling ini dapat berubah secara radial, aksial ataupun angular pada saat kendaraan beroperasi. Jenis kopling fleksibel ini sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah

  • Beam
  • Koling Constant Velocity (CV)
  • Diafragma
  • Disc coupling
  • Fluid coupling
  • Gear coupling (Kopling roda gigi)
  • Hirth joint
  • Oldham
  • Rag joint
  • Universal joint

Jenis kopling fleksibel diatas dirancang berdasarkan jenis kendaraan, seperti misalnya jenis kopling CV yang digunakan pada kendaraan roda empat dengan penggerak roda depan dan juga penggerak semua roda.

Fungsi Kopling Pada Kendaraan

Fungsi Kopling Pada Kendaraan

Apabila anda sudah mengetahui apa pengertian kopling dan jenis-jenis kopling, maka saatnya kembali pada pokok pembahasan yaitu fungsi kopling pada kendaraan. Dimana terdapat beberapa fungsi kopling yang diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Menggabungkan antara dua unit sumbu yang dibuat secara terpisah, seperti poros roda dan motor ataupun poros generator dengan mesinnya.
  • Memisahkan serta menyambungkan kedua poros yang terhubung dengan tujuan untuk perbaikan atau penggantian komponen.
  • Memberikan fleksibilitas mekanis, terutama pada kedua sumbu yang tidak berada pada satu aksis.
  • Mengurangi shock load atau beban kejut pada satu poros dengan poros lainnya.
  • Menghindari berlebihannya beban kerja pada poros tersebut.
  • Mengurangi karakteristik pada getaran kedua poros yang sedang berputar.

Jadi secara umum, fungsi utama kopling ialah untuk mengurangi kinerja poros dan mengurangi tingkat kerusakan pada kedua poros tersebut yang dikarenakan oleh beban kerja. Sehingga komponen pada kendaraan lainnya jadi lebih tahan lama dan nyaman digunakan.

Akhir Kata

Kami rasa cukup sekian dulu informasi tentang fungsi kopling pada kendaraan yang sekiranya dapat Ujikokoh.com berikan pada anda, semoga saja informasi seputar kopling diatas bisa menambah pengetahuan anda seputar komponen pada kendaraan.

You May Also Like

About the Author: Rifki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *