5 Perbedaan Aki Basah dan Kering Motor : Contoh & Jenis

Perbedaan Aki Basah dan Kering Motor – Aki merupakan komponen yang digunakan untuk menyimpan energi listrik. Pada kendaraan mobil dan motor, aki juga dikenal sebagai baterai. Karena komponen ini berfungsi sumber energi listrik pada kendaraan.

Sehingga komponen ini menjadi cukup penting, meskipun tanpa adanya aki pada motor atau mobil. Mesin kendaraan masih tetap dapat dihidupkan. Namun beberapa komponen kelistrikan lainnya tidak akan berfungsi, seperti misalnya lampu utama, lampu signal, klakson sampai dengan starter.

Pada motor, aki memiliki dua jenis, yaitu aki basah dan kering. Dimana kedua jenis aki tersebut memiliki fungsi sama, hanya saja terdapat perbedaan pada prinsip penyimpanan. Nah, untuk anda yang belum mengetahui apa perbedaan aki basah dan kering motor.

Maka baiknya jika anda melihat terlebih dahulu informasi yang akan kami berikan pada kesempatan hari ini, karena hari ini kami akan membahas tentang perbedaan kedua jenis aki motor tersebut. Sehingga nantinya anda dapat memutuskan untuk menggunakan jenis aki motor yang mana.

Jenis-Jenis Aki Pada Motor

Jenis Jenis Aki Pada Motor

Namun sebelum kami bahas lebih lanjut perbedaan antara kedua aki tersebut, alangkah baiknya jika kami bahas beberapa jenis aki lainnya selain aki basah dan kering. Dimana ada 3 jenis aki motor lainnya, yaitu aki gel, aki maintenance free dan aki hybrid.

Apabila anda belum mengetahui jenis aki motor tersebut, maka anda bisa langsung melihat penjelasan singkat seputar ketiga jenis aki tersebut dibawah ini.

1. Aki Hybrid

Aki hybrid ialah jenis aki gabungan antara aki konvensional dengan jenis aki maintenance free (aki MF), dimana aki hybrid masih tetap memakai cairan elektrolit akan tetapi kadar penguapan cairan tersebut lebih sedikit. Sehingga cairan aki akan jauh lebih tahan lama.

2. Aki Maintenance Free (Accu MF)

Aki MF atau maintenance free merupakan nama lain dari aki kering. Meskipun aki ini jenis aki kering, namun masih tetap menggunakan cairan elektrolit seperti aki basah, hanya saja jenis aki ini dilengkapi dengan segel khusus yang akan melindungi cairan elektrolit berkurang atau menguap.

3. Aki Gel

Jenis aki terakhir ialah aki gel, dimana jenis aki ini cairan elektrolit yang digunakan pada aki ini tidak berbentuk cair seperti cairan pada umumnya, akan tetapi menggunakan gel. Jenis aki gel merupakan trobosan baru yang digadang-gadang memiliki masa pakai 2 sampai 5 kali lebih lama dari jenis aki lainnya.

Contoh Aki Basah dan Kering Motor

Contoh Aki Basah dan Kering Motor

Setelah mengetahui beberapa jenis aki, maka kami juga akan turut membahas contoh aki kering dan basah. Dimana contoh aki kering dan basah ini bisa anda jadikan sebagai bahan referensi sebelum anda memutuskan untuk membeli aki motor.

Contoh Aki Basah

  • Aki Motor GS Astra
  • Aki Motor Yuasa YB7-A
  • Aki Motor IRC GM5Z-3B
  • Aki Motor Yamamotor GM5Z-3B
  • Aki Motor Zeus GM5Z-3B

Contoh Aki Kering

  • Aki Motor GS Astra
  • Aki Motor Yuasa YTZ5S
  • Aki Motor Bosch
  • Aki Motor MotoBatt

Nah, dari beberapa contoh aki diatas, ada beberapa merk aki yang memang mengeluarkan jenis aki basah dan kering. Seperti contohnya adalah merk aki GS Astra yang memproduksi aki basah dan kering, kemudian aki motor Yuasa juga sama.

Perbedaan Aki Basah dan Kering Motor

Perbedaan Aki Basah dan Kering Motor

Apabila anda sudah mengetahui beberapa hal seputar aki seperti jenis dan contoh aki, maka saatnya kembali lagi ke pokok pambahasan yaitu perbedaan aki basah dan kering motor. Jadi untuk anda yang belum mengetahui perbedaan kedua jenis aki tersebut jadi mengetahuinya.

1. Wadah Aki

Jika melihat dari wadah atau tempat aki, sudah sangat terlihat jelas perbedaan antara kedua aki tersebut. Dimana aki basah memiliki wadah transparan sehingga cairan elektrolitnya dapat terlihat, sedangkan aki kering memiliki wadah gelap atau tidak transparan.

2. Cairan Elektroda

Perbedaan selanjutnya terdapat pada jenis cairan elektroda yang digunakan, dimana jenis aki basah menggunakan cairan elektroda bentuk cair seperti air. Sedangkan untuk jenis aki kering menggunakan cairan elektroda bentuk gel.

3. Perawatan Aki

Jika dilihat dari cara perawatannya, kedua aki tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Untuk jenis aki basah lebih banyak membutuhkan perawatan seperti misalnya isi ulang dan penggantian atau penambahan cairan, sedangkan untuk aki kering jauh lebih sederhana.

4. Masa Pakai Aki

Berdasarkan dari jenis elektroda yang digunakan, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap masa pakai. Karena aki basah menggunakan elektroda cair yang dapat menguap, maka hal tersebut bisa menjadi PENYEBAB AKI MOTOR TEKOR.

Sedangkan untuk jenis aki kering yang menggunakan elektroda gel, penguapan akan lebih sedikit terjadi. Sehingga masa pakai aki akan jauh lebih tahan lama dibandingan dengan aki basah.

5. Harga Aki

Perbedaan terakhir antara aki kering dan basah motor ialah harga aki, dimana harga aki kering jauh lebih mahal dibandingkan harga aki basah. Hal tersebut dikarenakan penggunaan elektroda gel yang memang harganya lebih mahal dibandingkan elektroda cair.

Akhir Kata

Itulah beberapa perbedaan aki basah dan kering motor yang sekiranya dapat Ujikokoh.com berikan pada kesempatan hari ini, semoga saja informasi tentang perbedaan aki diatas bisa menambah pengetahuan anda seputar komponen motor.

You May Also Like

About the Author: Rifki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *