Apa Itu Busi : Cara Kerja, Fungsi & Jenis

Advertisements

Apa Itu Busi – Busi merupakan sebuah suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan bagian ujung elektrode terdapat pada ruang bakar. Busi dipasangkan untuk membakar bahan bakar yang telah dikompres oleh piston dalam mesin.

Jadi tanpa adanya busi, maka sebuah mesin tidak akan dapat bekerja sebagaimana mestinya. Karena bisa dikatakan busi menjadi sumber utama pengapian yang nantinya akan digunakan untuk menggerakan piston sehingga dapat menghidupkan mesin sebagaimana mestinya.

Nah, untuk kalian yang sekiranya belum mengetahui apa itu busi secara lengkap, maka kalian bisa melihat informasi yang akan kami berikan pada kesempatan hari ini. Karena pada kesempatan hari ini kami akan memberikan penjelasan tentang apa itu busi.

Advertisements

Namun selain memberikan penjelasan tentang pengertian komponen tersebut, kami juga turut memberikan informasi mengenai fungsi, jenis sampai dengan cara kerja. Sehingga kalian akan mendapatkan informasi tentang spark plug secara lengkap.

Apa Itu Busi
Sumber: cnnindonesia.com
Advertisements

Fungsi Busi

Seperti yang sudah kami jelaskan sedikit diatas, fungsi busi adalah untuk membakar bensin pada ruang bakar yang telah dikompresi oleh piston. Dengan pembakaran tersebut, maka piston dapat bergerak dan menghidupkan mesin. Proses pembakaran tersebut berdasarkan dari percikan elektrik yang timbul pada spark plug.

Spark plug bisa dikatakan berfungsi dengan baik apabila memiliki ciri-ciri pembakaran busi sempurna. Ciri-ciri pembakaran sempurna sendiri dapat dilihat dari warna yang dihasilkan pada spark plug, dimana warna pembakaran sempurna ialah memiliki warna coklat.

Sedangkan untuk warna hitam biasanya dikarenakan oleh kelebihan bahan bakar, sedangkan untuk warna putih biasanya dikarenakan oleh kelebihan udara. Sehingga komposisi antara udara dan bahan bakar sendiri harus seimbang agar dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna.

Jenis-Jenis Busi

Busi sendiri terbagi menjadi bebrapa jenis, dimana jenis tersebut berdasarkan dari bahan dasar pembuatannya. Dimana spark plug sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu spark plug biasa, platinum dan iridium. Adapun penjelasan lengkapnya bisa langsung kalian lihat dibawah ini.

1. Biasa

Spark plug biasa umumnya terbuat dari logam tembaga, jenis spark plug ini biasanya yang digunakan oleh pabrikan otomotif pada umumnya. Karena bahan pembuatannya dari logam tembaga, maka tidak ada kelebihan dari jenis spark plug ini. Dan jenis ini lebih cocok digunakan untuk kendaraan sehari-hari.

2. Platinum

Spark plug platina memiliki bahan utama yaitu platina. Jenis spark plug ini sering disebut juga sebagai racing spark plug, karena mampu memberikan tenaga responsif pada rpm rendah. Ujung elektroda spark plug ini memiliki bentuk yang lancip, sehingga bentuknya berbeda dengan bentuk spark plug biasa.

Spark plug jenis ini mampu menahan panas sampai dengan 21% dan memiliki masa pakai lebih panjang apabila digunakan dengan benar. Spark plug platinum sendiri memiliki kelebihan mencegah proses karbon, sehingga dapat menjaga performa mesin tetap optimal.

3. Iridium

Spark plug iridium merupakan jenis racing spark plug yang dapat digunakan pada rpm tinggi. Kemampuan akselerasi spark plug ini jauh lebih agresif dibandingkan dengan kedua jenis spark plug sebelumnya. Dengan bentuk ujung elektrodanya sendiri adalah meruncing.

Usia pakai busi iridium ini sendiri jauh lebih panjang dibandingkan dengan dua jenis lainnya. Dengan waktu penggantian bisa mencapai 50.000 km untuk penggunaan pada motor dan 10.000 km untuk penggunaan pada mobil.

Cara Kerja Busi

Spark plug terhubung dengan listrik yang memiliki tegangan sampai ribuan volt hasil dari ignition coil (koil pengapian). Tegangan listrik yang dihasilkan oleh koil pengapian akan menghasilkan beda tegangan antara elektrode pada bagian tengah busi dengan bagian samping.

Arus listrik sendiri tidak dapat mengalir dikarenakan oleh udara dan besin yagn ada di celah adalah isolator, akan tetapi semakin besar beda tengangan, struktur gas diantara keduanya akan berubah. Dan pada saat tegangan melebihi dielektrik dari gas, gas tersebut akan mengalami proses ionisasi dan berubah sifatnya menjadi konduktor.

Setelah hal tersebut terjadi, maka arus elektron akan mengalir dan dengan mengalirnya elektron, suhu pada celah percikan busi akan naik secara drastis sampai dengan 60.000 K. Dengan tingginya suhu tersebut akan membuat gas yang terionisasi akan memuai dengan cepat dan dapat membuat ledakan kecil.

Akhir Kata

Sekiranya cukup sekian dulu penjelasan mengenai apa itu busi yang pada kesempatan hari ini dapat Uji Kokoh berikan untuk kalian semuanya, mudah-mudahan saja informasi yang baru kami sampaikan diatas tadi dapat memberikan banyak manfaat untuk kalian.

Advertisements

You May Also Like

About the Author: Rifki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *